JARAK MEMISAHKAN PERSAHABATAN
Ketika aku
tersadar dari mimpi, hari sudah pagi dan cuaca cukup mendukung untuk berangkat
ke sekolah. Dengan agak malas, aku bangun dari tidurku. Kemudian meninggalkan
kamar setelah membereskannya. Pukul 05:30 tepatnya, aku mandi untuk bersiap –
siap berangkat ke sekolah. Ketika selesai, aku pun memakai seragam sekolah dan
bersiap untuk Bekapan pagi. Dengan pakaian pramuka, aku diantar ayahku
menggunakan sepeda motor ke sekolah. Dalam perjalanan, aku merasakan hawa
dingin. Seperti biasa, sebelum memasuki gerbang sekolah, tak lupa aku pamitan.
Memasuki gerbang sekolah dengan rasa gelisah, sehingga ku percepat langkahku
menuju kelas. Bertemu teman – teman baru yang perlahan mulai akrab menjadikan
kesenangan tersendiri bagiku.
Hari ini adalah
hari sabtu. Sekolahku mengadakan acara tahunan yaitu persami. Persami
mengakhiri bulan Agustus dan mengawali bulan September. Aku berharap indah saat
itu. Malam ini adalah malam minggu, bintang masih setia menemani. Tak ada
persami yang lebih indah dari ini. Teringat persami sebelumnya bersama
sahabatku, Ambek. Saat lari – lari di gelap malam, makan malam dengan menu
favorit kita yaitu nasi goreng, menghangatkan diri di sekitar api unggun,
merasakan dinginnya malam diselimuti jaket kembar kita, kamu tidur di sebelahku
dan ketika kita terbangun tahu – tahu kepalamu bersandar di pundakku, kemudian
kita bakar singkong di sisa api unggun karena kelaparan tengah malam sedangkan
makanan kita telah habis. Aku kangen saat – saat itu, ketika kita tidak bisa
berhenti menertawakan kekonyolan yang mungkin bagi sebagian orang terasa aneh
dan tak lucu. Aku juga kangen saat – saat menyebalkan ketika kamu egois di pagi
hari. Aku kangen semua itu, sahabat. Kini pukul 00:00, teman – temanku sudah
terlelap di dalam tenda sedangkan aku masih belum tidur, kalau kamu sedang apa Bek?
Apa kamu sedang bersama Cimin, seseorang yang selalu kamu puji dihadapanku.
Kalau saja kamu pegang hp pasti rindu malam ini akan sedikit melegakan dengan
kabar darimu meskipun hanya melalui sms. Malam ini kamu juga persami di
sekolahmu. Iya, ini pertama kalinya kita persami beda gerbang sekolah. “Baik –
baik di sana ya Ambek, aku sudah meminta bintang untuk menjagamu malam ini
kok.” batinku. Lamunanku buyar ketika temanku menyapaku dengan suara cukup
keras yang membuatku kaget “Dor… he Rum, ngelamun ae bengi – bengi iso
kesurupan loh”. Aku hanya tersenyum membalas sapaannya.
SELENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD LINK DIBAWAH INI
No comments :
Post a Comment